AyoCheck

Privasi

Kebijakan Privasi

Kebijakan ini menjelaskan bagaimana AyoCheck mengumpulkan, menggunakan, menyimpan, dan melindungi data pribadi, termasuk keterbatasan jaringan dan layanan pihak ketiga dalam pengiriman notifikasi.

Terakhir diperbarui: 2026-04-17|Privasi|Ketentuan|Tanggung jawab

1. Ruang lingkup

Kebijakan Privasi ini berlaku untuk situs web AyoCheck, alur check-in LINE / WhatsApp, undangan, pengaturan, notifikasi, pengelolaan kontak, dan layanan terkait lainnya.

AyoCheck adalah alat pengingat dan koordinasi. Layanan ini bukan perangkat medis, sistem pemantauan kesehatan, layanan telemedis, atau platform tanggap darurat.

2. Data yang dapat kami kumpulkan

Kami dapat mengumpulkan nama, nama panggilan, nomor telepon, identitas platform pesan, bahasa, zona waktu, negara, peran, hubungan kontak, jadwal check-in, catatan undangan, catatan respons, catatan notifikasi, informasi dasar perangkat dan browser, serta informasi lain yang Anda berikan.

3. Alasan penggunaan data

Kami menggunakan data untuk membuat dan mengelola akun, mengirim check-in, mengumpulkan balasan, memberi tahu kontak, menyediakan dukungan pelanggan, menjaga keamanan, menangani masalah teknis, dan mematuhi kewajiban hukum.

4. Pihak ketiga dan transfer lintas negara

Kami dapat membagikan data yang diperlukan kepada keluarga, caregiver, kontak yang berwenang, dan penyedia layanan yang mendukung hosting, basis data, pengiriman pesan, analitik, atau keamanan.

Karena infrastruktur cloud dan layanan pihak ketiga kami dapat beroperasi di beberapa negara, data dapat dipindahkan, disimpan, atau diproses di Taiwan, Jepang, Indonesia, Australia, Singapura, Malaysia, atau lokasi lain yang diperlukan untuk menyediakan layanan.

5. Keamanan dan risiko

Kami mengambil langkah yang wajar untuk melindungi data pribadi, tetapi tidak ada jaringan, platform cloud, atau layanan pesan pihak ketiga yang dapat menjamin keamanan mutlak, tanpa keterlambatan, atau tanpa kesalahan.

Pesan dan notifikasi dapat tertunda, gagal, terkirim berulang, atau terlewat karena kepadatan jaringan, API, perangkat, pembatasan akun, kebijakan platform, pemeliharaan, gangguan layanan, atau keadaan kahar.